Hari ini, saya beruntung mendapatkan kesempatan mengunjungi pabrik susu formula yang cukup terkenal di Indonesia, dengan harganya yang cukup menguras kantong. Saya pribadi sih belum pernah mencoba produk keluaran pabrik itu untuk kedua anak saya, karena ya itu tadi, harganya yang selangiiiittttt….
Dimulai dari perkenalan singkat dan sejarah pabrik, kemudian kami diajak berkeliling kompleks pabrik serta melihat proses pembuatan susu formula tersebut.
Dan ternyata, yang namanya bikin sufor itu, amppuunnn… ribet sekali saudara-saudara. Dulu saya selalu membayangkan, susu formula atau susu kotak cair itu asalnya dari susu sapi lalu diolah sedemikian rupa sehingga jadi masuk kemasan bagus. Ternyata, khayalan saya salah. bahan bakunya memang susu sapi, tapi susu sapi yang sudah dijadikan bubuk…karena impor, jadi susah sekali kalau harus mengirimkan dalam bentuk cair. Dan yang pasti bakalan basi ya, lha wong dari New Zealand atau Australia kok.
Nah, dari bubuk itu, dicampur dengan berbagai macam bahan lain (lemak, vitamin, AA DHA, dan nama-nama lain yang saya sering dengar muncul di iklan susu formula…), kemudian diolah, diaduk, dipanaskan, ditambah air panas, disaring, disemprot…duhhhh, saya sampai bingung melihat semua mesin dan prosesnya.
Langsung deh saya berpikir….kalau ASI, cukup si ibu minum dan makan yang bergizi, jadilah ASI. Cepat, murah, dan fresh from the factory
Hidup ASI…

berarti mahalnya karena proses pengolahannya dong ya..
mahal karena ngimpor, mahal karena udah dalam bentuk bubuk mesti dicairin lagi, mahal karena ditambah ini itu, mahal karena pas udah cair dijadiin bubuk lagi, mahal bayar listrik buat ngejalanin mesinnya, mahal buat bayar pekerjanya
bener banget deh, asi is the best!!
*langsung makan, biar asinya lancarrrrr*
betuuuulll…. jadi mari makan yang banyaaaaakkkk supaya ASI ngocoooorrrrrr