Seorang teman bercerita kepada saya, tentang keanehan tetangganya dalam mendidik anaknya. Teman saya, sebut saja si A, memiliki seorang anak yang usianya lebih tua 1 tahun dibandingkan dengan anak tetangganya, sebut saja si X. Anak si X ini amat sangat hiperaktif, dan cenderung destruktif. Lebih gawatnya lagi, rumah si A pun sering menjadi sasaran keusilan anak tetangga. kamar tidur, kulkas, mainan….semua pernah diberantakin, dan itu terjadi hampir setiap hari.
Sebenarnya teman saya juga tidak terlalu mempersoalkan masalah itu, tetapi lama-lama kupingnya panas juga karena anaknya sering mengadu…”Ma, aku abis dimarahin simbah” (tetangga sebelah rumahnya memang selalu ditunggui oleh pengasuh dan juga sang simbah). Selama ini teman saya hanya bisa bersabar melihat kenakalan anak tetangganya, tidak pernah sekalipun dia marah-marah atau membentak si anak. Tetapi lama-lama sakit hati juga kalau anaknya sering diomelin oleh si simbah. Apalagi, kadang anaknya dimarahin karena kenakalan yang justru dilakukan oleh si cucu *sigh….saya hanya bisa mengelus dada*
Kalau seperti itu, judulnya kan “memanjakan anak sendiri..medisiplinkan anak orang lain”
*dooohhhh…memang lebih gampang menyalahkan orang lain daripada menyalahkan diri sendiri*

sounds familiar dengan ceritanya….:p….xixixi….
kamu kenal juga ya sama temenku itu?xixixixixi