So You Think You Can Dance

Sejak pertengahan tahun lalu, televisi di rumah saya telah dilengkapi dengan fasilitas tv kabel. Tujuan utama sih supaya Damian tidak terseret pengasuhnya untuk tergoda nonton sinetron. Sebenernya sih pengasuh Damian juga bukan tipe orang yang suka nonton sinetron, dia lebih suka nonton acara musik yang banyak diputar di hampir semua stasiun televisi. Darimana saya tau kalau dia suka nonton acara musik? Karena pada suatu hari saya mendengar Damian dengan lantang bernyanyi : “kawiiinn…kawinnnnnn….” milik P-Project dan “Lupaaaa….Lupa lupa lupa…” milik Kuburan Band :)

Untuk mencegah Damian menyanyikan lagu-lagu yang bukan untuk anak seusianya, dipasanglah tv kabel. Tontonan utama di rumah akhirnya hanyalah Playhouse Disney, Disney Channel, Cartoon Network, atau Jim Jam. Meskipun kata orang-orang dan juga banyak artikel menyebutkan bahwa televisi buruk untuk perkembangan anak-anak, saya tidak terlalu khawatir karena sejauh ini saya melihat perkembangan Damian baik-baik saja. Dia bahkan mulai mengenal beberapa kosa kata dalam Bahasa Inggris karena hobi nonton tv-nya :)

Beberapa teman saya juga mempertanyakan, mengapa saya begitu longgar memberikan kebebasan kepada anak untuk nonton tv tanpa ada batasan waktu. Karena pada saat nonton tv, Damian tidak sepenuhnya mantengin layar, tapi lebih sering dia nonton sambil bermain-main dengan mobil-mobilan, kelereng, atau perang-perangan dengan saya, papanya, atau pengasuhnya. Tapi kalau diganti channel, dia suka marah, hahahahah…jadi yang penting ada suaranya ajah :)

Naaaahh,,,,salah satu acara yang sering membuat saya harus berebut channel tv dengan Damian adalah SO YOU THINK YOU CAN DANCE. Judulnya panjang bangeth yak :) Dulu awalnya saya nonton karene iseng-iseng aja, gara-gara liat orang menari-nari dengan begitu hebohnya dan ternyata ada jurinya, hahahahaha…. Juri-nya pun heboh, apalagi si tante-tante ini, kalo udah teriak saking terpananya sama suatu tarian, bikin kuping langsung berdenging :)

Mengapa lama-lama saya tertarik? Karena saya, yang notabene orang awam, dan tidak pernah tau sebelumnya jenis-jenis tarian di belahan dunia lain, sedikit demi sedikit mulai mengenali macam-macam tarian seperti tap dance, jive, krump, salsa, tanggo, hip hop, ballroom, ballet, street dancing, dan masih banyak lagi. Dan yang paling menarik adalah, bahkan mereka para finalis pun kadang belum pernah menarikan tarian-tarian itu seumur hidup mereka. Dan ajaib…hanya dalam kurun waktu kurang dari seminggu, mereka bisa menguasai dan tampil baguuuuuusss sekali di panggung (itu pun hanya dilatih selama 5 jam oleh koreografer terkenal….setelah itu sih kayaknya mereka latihan sendiri)

Saya sih baru nonton 2 season dari total 6 season yang sudah ada…dan kebetulan juaranya adalah orang Afro Amerika, kereeeeennn…kenapa saya bilang keren? Karena si Joshua Allen dan Russel Ferguson adalah penari jalanan, bukan penari yang sejak kecil masuk ke sanggar tari, ikut kursus-kursus dan lain sebagainya. Dari yang awalnya mereka hanya jago di hip hop, krump, atau street dancing….mau tidak mau harus mulai menguasai gerakan-gerakan dasar ballet, plus tarian-tarian yang kadang terlalu feminin untuk ukuran badan dan tampang macho seperti mereka. Tapi hasilnya sungguh luar biasa lhhhoooo…makanya saya selalu penasaran setiap kali mereka mau tampil :)

Untungnya di kantor sekarang juga ada tv kabel, jadi setiap selasa siang jam 12….saya sempet-sempetin nongkrong di depan tv hanya untuk melihat tarian-tarian indah mereka :)

This entry was posted in damian, wazwizwuz and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>