Susahnya Jadi Ortu Yang Baik

Baru saja saya selesai menidurkan Damian, setelah perjuangan panjang menenangkan dia dari tangisan hampir sekitar 1 jam. Gara-garanya sepele, Damian pengen main ke rumah sebelah yang baru saja datang dari bepergian sejak sore. Mungkin dia kesepian, karena hanya punya 1 teman bermain, namanya Yesa anak tetangga sebelah. Ada sih beberapa teman lain, tapi karena rumah mereka agak jauh jadi belum tentu bertemu tiap hari.

Karena saya larang main ke rumah sebelah, marahlah dia. Nangis-nangis ngga jelas, kemungkinan besar karena ditambah kantuk yang sebenernya sudah mendera sebelumnya namun ditahan-tahan karena pengen main :(

Sepanjang jam dia menangis, saya hanya pandangi dia sambil tiduran di kasur, meskipun dia menolak untuk tidur. Saya sadar, ke-keras kepala-annya menurun dari saya, itulah mengapa saya memilih untuk diam tiap kali Damian seperti itu. Karena saya tau, semakin dilarang atau diomelin, pasti semakin marahlah dia. Rekor terlama, Damian nangis selama 2 jam !!!

Akan tetapi malam ini kesabaran saya tidak setinggi biasanya. Setelah 1 jam tangisnya tidak kunjung reda, saya langsung tutup pintu kamar, saya matikan lampu, jadilah kami berdua gelap-gelapan di dalam kamar. Histerislah Damian, sambil berteriak2 memanggil Mama, dia janji akan diam dan berhenti nangis. Saya hanya diam, tetapi saya raih tubuh mungil nan bulat itu, saya peluk…dan ajaib, dia pun berhenti menangis. Akhirnya pintu kamar saya buka, dan Damian pun mau tidur meskipun masih diiringi sisa tangis tertahan. Dan saat dia mulai terlelap, giliran saya mulai meneteskan air mata. Air mata karena penyesalan, karena saya kurang sabar menghadapi anak semata wayang saya. Air mata karena merasa gagal menjadi Mama yang baik untuk Damian.

Pengasuh Damian selalu bilang, saat Damian hanya berdua dengannya karena saya dan suami harus bekerja, Damian selalu menjadi anak yang mandiri, jarang rewel. Tapi saat ada saya dan suami di rumah, pasti ada saja tangisan atau rengekan Damian. Saya sadar, itu salah satu cara menarik perhatian setelah 5 hari hanya bertemu sekejap dengan saya dan suami. Namun kadang rasa lelah setelah 5 hari bekerja membuat saya jadi kurang sabar menghadapi rengekannya. Dan saat-saat seperti ini, di gelapnya kamar dan nafas teratur Damian yang tidur di samping saya, saya hanya bisa menyesal…kenapa saya kurang sabar menghadapi rajukannya :(

Maafkan Mama ya, Sayang….

This entry was posted in damian, wazwizwuz and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Susahnya Jadi Ortu Yang Baik

  1. Pingback: Hamil dan Gendut… » Welcome to DuniaDee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>